A. Man
1. Sosialisasi pekerja untuk mengenali tanda-tanda ancaman, cara merespons situasi darurat, evakuasi, dan pertahanan diri
2. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
3. Memperkuat kerjasama dengan kepolisian dan lembaga keamanan lainnya untuk upaya pencegahan dan penanganan kejahatan.
4. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
5. Bila diperlukan, pengawalan keamanan kepada pekerja yang beroperasi di wilayah-wilayah konflik.
B. Methode
1. Menetapkan IK Penanganan Penyerangan Pekerja .
2. Melakukan analisis risiko potensi ancaman dan pengendalian.
3. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial.
4. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup berbagai skenario ancaman, seperti penculikan, penyerangan, dan ancaman bom.
5. Melakukan latihan darurat untuk memastikan pekerja memahami dan dapat melaksanakan prosedur keadaan darurat dengan baik dan efektif.
6. Menyusun rute alternatif aman bagi perjalanan pekerja.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat untuk meningkatkan patroli di area distribusi dan perbaikan.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Maintenance sistem pemadam kebakaran untuk deteksi dini dan mencegah terjadinya kebakaran.
4. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
5. Menyediakan alat komunikasi yang berfungsi dengan baik, seperti handphone atau radio, untuk memudahkan koordinasi dalam situasi darurat.
6. Memasang GPS pada kendaraan untuk pemeriksaan secara real-time.
D. Environment
1. Memantau kondisi cuaca secara berkala dan memberikan peringatan dini kepada seluruh personel.
2. Menyesuaikan jadwal kegiatan jika cuaca buruk berpotensi mengganggu keamanan.
3. Menyiapkan rute alternatif untuk perjalanan menghindari infratruktur yang tidak memadai dan membahayakan pekerja.
4. Survey awal untuk kondisi dan situasi aktual deteksi dini potensi ancaman.
5. Menyiapkan tempat evakuasi yang aman dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
6. Membangun hubungan baik dengan komunitas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat mengurangi potensi ancaman dari masyarakat setempat.
A. Man
1. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang terlatih untuk menangani keadaan darurat.
2. Segera hubungi pos komando keamanan dan pihak berwenang (polisi, ambulans) dan informasikan secara detail mengenai kejadian yang terjadi, lokasi, dan jumlah korban.
3. Bagi karyawan yang memiliki pelatihan pertolongan pertama, berikan bantuan pertama pada korban sambil menunggu kedatangan tim medis.
4. Melibatkan negosiator yang terlatih untuk meminimalkan risiko.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Penyerangan Pekerja yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi lokasi kejadian secara akurat untuk memudahkan koordinasi tim keadaan darurat.
3. Mengevakuasi terhadap karyawan ke tempat yang aman, jauh dari lokasi kejadian.
4. Memeriksa GPS real-time untuk mengetahui posisi kendaraan jika terjadi serangan.
5. Menutup seluruh akses untuk mempersempit gerak pelaku.
C. Machine
1. Menggunakan sistem komunikasi darurat yang handal untuk koordinasi dan komunikasi selama kejadian darurat.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menggunakan alat bantu drone untuk memantau situasi dari udara.
4. Tim Penanganan Keadaan Darurat menggunakan APD selama keadaan darurat.
5. Memberikan kerjasama penuh kepada pihak keamanan yang datang ke lokasi kejadian.
D. Environment
1. Pengkondisian titik evakuasi yang digunakan.
2. Sterilisasi rute evakuasi dari ancaman tambahan.
3. Jika terjadi kejadian di luar ruangan, perhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti cuaca, medan, dan potensi bahaya lainnya.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, modus operandi, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat dan seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, dan publik.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak akibat dari penanganan insiden.
2. Memperbarui peralatan/teknologi keamanan yang lebih canggih.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Pengawalan
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK P3K
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
6. Legal
A. Man
1. Sosialisasi pekerja untuk mengenali tanda-tanda ancaman, cara merespons situasi darurat, evakuasi, dan pertahanan diri
2. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
3. Memperkuat kerjasama dengan kepolisian dan lembaga keamanan lainnya untuk upaya pencegahan dan penanganan kejahatan.
4. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
5. Bila diperlukan, pengawalan keamanan kepada pekerja yang beroperasi di wilayah-wilayah konflik.
B. Methode
1. Menetapkan IK Penanganan Penyerangan Pekerja .
2. Melakukan analisis risiko potensi ancaman dan pengendalian.
3. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial.
4. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup berbagai skenario ancaman, seperti penculikan, penyerangan, dan ancaman bom.
5. Melakukan latihan darurat untuk memastikan pekerja memahami dan dapat melaksanakan prosedur keadaan darurat dengan baik dan efektif.
6. Menyusun rute alternatif aman bagi perjalanan pekerja.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat untuk meningkatkan patroli di area distribusi dan perbaikan.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Maintenance sistem pemadam kebakaran untuk deteksi dini dan mencegah terjadinya kebakaran.
4. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
5. Menyediakan alat komunikasi yang berfungsi dengan baik, seperti handphone atau radio, untuk memudahkan koordinasi dalam situasi darurat.
6. Memasang GPS pada kendaraan untuk pemeriksaan secara real-time.
D. Environment
1. Memantau kondisi cuaca secara berkala dan memberikan peringatan dini kepada seluruh personel.
2. Menyesuaikan jadwal kegiatan jika cuaca buruk berpotensi mengganggu keamanan.
3. Menyiapkan rute alternatif untuk perjalanan menghindari infratruktur yang tidak memadai dan membahayakan pekerja.
4. Survey awal untuk kondisi dan situasi aktual deteksi dini potensi
Membangun hubungan baik dengan komunitas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat mengurangi potensi ancaman dari masyarakat setempat. ancaman.
5. Menyiapkan tempat evakuasi yang aman dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
A. Man
1. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang terlatih untuk menangani keadaan darurat.
2. Segera hubungi pos komando keamanan dan pihak berwenang (polisi, ambulans) dan informasikan secara detail mengenai kejadian yang terjadi, lokasi, dan jumlah korban.
3. Bagi karyawan yang memiliki pelatihan pertolongan pertama, berikan bantuan pertama pada korban sambil menunggu kedatangan tim medis.
4. Melibatkan negosiator yang terlatih untuk meminimalkan risiko.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Penyerangan Pekerja yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi lokasi kejadian secara akurat untuk memudahkan koordinasi tim keadaan darurat.
3. Mengevakuasi terhadap karyawan ke tempat yang aman, jauh dari lokasi kejadian.
4. Memeriksa GPS real-time untuk mengetahui posisi kendaraan jika terjadi serangan.
5. Menutup seluruh akses untuk mempersempit gerak pelaku.
C. Machine
1. Menggunakan sistem komunikasi darurat yang handal untuk koordinasi dan komunikasi selama kejadian darurat.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menggunakan alat bantu drone untuk memantau situasi dari udara.
4. Tim Penanganan Keadaan Darurat menggunakan APD selama keadaan darurat.
5. Memberikan kerjasama penuh kepada pihak keamanan yang datang ke lokasi kejadian.
D. Environment
1. Pengkondisian titik evakuasi yang digunakan.
2. Sterilisasi rute evakuasi dari ancaman tambahan.
3. Jika terjadi kejadian di luar ruangan, perhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti cuaca, medan, dan potensi bahaya lainnya.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, modus operandi, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat dan seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, dan publik.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak akibat dari penanganan insiden.
2. Memperbarui peralatan/teknologi keamanan yang lebih canggih.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Penanganan Penyerangan Pekerja
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK P3K
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
5. Legal
A. Man
1. Sosialisasi pekerja untuk mengenali tanda-tanda ancaman, cara merespons situasi darurat, evakuasi, dan pertahanan diri
2. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
3. Memperkuat kerjasama dengan kepolisian dan lembaga keamanan lainnya untuk upaya pencegahan dan penanganan kejahatan.
4. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
5. Bila diperlukan, pengawalan keamanan kepada pekerja yang beroperasi di wilayah-wilayah konflik.
B. Methode
1. Menetapkan IK Penanganan Penyerangan Pekerja .
2. Melakukan analisis risiko potensi ancaman dan pengendalian.
3. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial.
4. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup berbagai skenario ancaman, seperti penculikan, penyerangan, dan ancaman bom.
5. Melakukan latihan darurat untuk memastikan pekerja memahami dan dapat melaksanakan prosedur keadaan darurat dengan baik dan efektif.
6. Menyusun rute alternatif aman bagi perjalanan pekerja.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat untuk meningkatkan patroli di area distribusi dan perbaikan.
8. Secara berkala mengevaluasi rute distribusi dan menghindari daerah yang rawan kejahatan.
9. Membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi tentang kondisi keamanan di wilayah tersebut.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Maintenance sistem pemadam kebakaran untuk deteksi dini dan mencegah terjadinya kebakaran.
4. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
5. Menyediakan alat komunikasi yang berfungsi dengan baik, seperti handphone atau radio, untuk memudahkan koordinasi dalam situasi darurat.
6. Memasang GPS pada kendaraan untuk pemeriksaan secara real-time.
D. Environment
1. Memantau kondisi cuaca secara berkala dan memberikan peringatan dini kepada seluruh personel.
2. Menyesuaikan jadwal kegiatan jika cuaca buruk berpotensi mengganggu keamanan.
3. Menyiapkan rute alternatif untuk perjalanan menghindari infratruktur yang tidak memadai dan membahayakan pekerja.Membangun hubungan baik dengan komunitas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat mengurangi potensi ancaman dari masyarakat setempat.
4. Survey awal untuk kondisi dan situasi aktual deteksi dini potensi ancaman.
5. Menyiapkan tempat evakuasi yang aman dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
6. Evaluasi rute perjalanan karyawan yang melalui wilayah-wilayah konflik.
A. Man
1. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang terlatih untuk menangani keadaan darurat.
2. Segera hubungi pos komando keamanan dan pihak berwenang (polisi, ambulans) dan informasikan secara detail mengenai kejadian yang terjadi, lokasi, dan jumlah korban.
3. Bagi karyawan yang memiliki pelatihan pertolongan pertama, berikan bantuan pertama pada korban sambil menunggu kedatangan tim medis.
4. Melibatkan negosiator yang terlatih untuk meminimalkan risiko.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Penyerangan Pekerja yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi lokasi kejadian secara akurat untuk memudahkan koordinasi tim keadaan darurat.
3. Terlibat aktif dalam proses pencarian korban dengan memberikan informasi yang relevan kepada pihak kepolisian.
4. Memeriksa GPS, CCTV, dan perangkat komunikasi untuk melacak keberadaan korban dan pelaku.
5. Menjaga komunikasi dengan media secara hati-hati untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan melindungi privasi korban.
6. Menutup seluruh akses untuk mempersempit gerak pelaku.
C. Machine
1. Menggunakan sistem komunikasi darurat yang handal untuk koordinasi dan komunikasi selama kejadian darurat.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menggunakan alat bantu drone untuk memantau situasi dari udara.
4. Tim Penanganan Keadaan Darurat menggunakan APD selama keadaan darurat.
5. Memberikan kerjasama penuh kepada pihak keamanan yang datang ke lokasi kejadian.
D. Environment
1. Pengkondisian titik evakuasi yang digunakan.
2. Sterilisasi rute evakuasi dari ancaman tambahan.
3. Jika terjadi kejadian di luar ruangan, perhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti cuaca, medan, dan potensi bahaya lainnya.
4. Meningkatkan keamanan di semua lokasi kerja untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, modus operandi, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat dan seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, dan publik.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak akibat dari penanganan insiden.
2.Upgrade pada sistem keamanan yang ada, seperti CCTV, alarm, dan sistem pelacakan kendaraan.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Mempertahankan kerjasama yang baik dengan kepolisian untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Penanganan Penyerangan Pekerja
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK P3K
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
6. Legal
A. Man
1. Sosialisasi pekerja untuk mengenali tanda-tanda ancaman, cara merespons situasi darurat, evakuasi, dan pertahanan diri
2. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
3. Memperkuat kerjasama dengan kepolisian dan lembaga keamanan lainnya untuk upaya pencegahan dan penanganan kejahatan.
4. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
5. Bila diperlukan, pengawalan keamanan kepada pekerja yang beroperasi di wilayah-wilayah konflik.
B. Methode
1. Menetapkan IK Penanganan Penyerangan Pekerja .
2. Melakukan analisis risiko potensi ancaman dan pengendalian.
3. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial.
4. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup berbagai skenario ancaman, seperti penculikan, penyerangan, dan ancaman bom.
5. Melakukan latihan darurat untuk memastikan pekerja memahami dan dapat melaksanakan prosedur keadaan darurat dengan baik dan efektif.
6. Menyusun rute alternatif aman bagi perjalanan pekerja.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat untuk meningkatkan patroli di area distribusi dan perbaikan.
8. Secara berkala mengevaluasi rute distribusi dan menghindari daerah yang rawan kejahatan.
9. Membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi tentang kondisi keamanan di wilayah tersebut.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Maintenance sistem pemadam kebakaran untuk deteksi dini dan mencegah terjadinya kebakaran.
4. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
5. Menyediakan alat komunikasi yang berfungsi dengan baik, seperti handphone atau radio, untuk memudahkan koordinasi dalam situasi darurat.
6. Memasang GPS pada kendaraan untuk pemeriksaan secara real-time.
D. Environment
1. Memantau kondisi cuaca secara berkala dan memberikan peringatan dini kepada seluruh personel.
2. Menyesuaikan jadwal kegiatan jika cuaca buruk berpotensi mengganggu keamanan.
3. Menyiapkan rute alternatif untuk perjalanan menghindari infratruktur yang tidak memadai dan membahayakan pekerja.
4. Survey awal untuk kondisi dan situasi aktual deteksi dini potensi ancaman.
5. Menyiapkan tempat evakuasi yang aman dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
6. Evaluasi rute perjalanan karyawan yang melalui wilayah-wilayah konflik.
5. Membangun hubungan baik dengan komunitas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat mengurangi potensi ancaman dari masyarakat setempat.
A. Man
1. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang terlatih untuk menangani keadaan darurat.
2. Segera hubungi pos komando keamanan dan pihak berwenang (polisi, ambulans) dan informasikan secara detail mengenai kejadian yang terjadi, lokasi, dan jumlah korban.
3. Bagi karyawan yang memiliki pelatihan pertolongan pertama, berikan bantuan pertama pada korban sambil menunggu kedatangan tim medis.
4. Melibatkan negosiator yang terlatih untuk meminimalkan risiko.
5. Prioritaskan keselamatan pekerja dengan segera menginstruksikan mereka untuk menghindari konfrontasi langsung dengan pelaku kejahatan.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Penyerangan Pekerja yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi lokasi kejadian secara akurat untuk memudahkan koordinasi tim keadaan darurat.
3. Terlibat aktif dalam proses pencarian korban dengan memberikan informasi yang relevan kepada pihak kepolisian.
4. Memeriksa GPS, CCTV, dan perangkat komunikasi untuk melacak keberadaan korban dan pelaku.
5. Menjaga komunikasi dengan media secara hati-hati untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan melindungi privasi korban.
6. Menutup seluruh akses untuk mempersempit gerak pelaku.
7. Mencatat seluruh barang-barang yang hilang.
C. Machine
1. Menggunakan sistem komunikasi darurat yang handal untuk koordinasi dan komunikasi selama kejadian darurat.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menggunakan alat bantu drone untuk memantau situasi dari udara.
4. Tim Penanganan Keadaan Darurat menggunakan APD selama keadaan darurat.
5. Memberikan kerjasama penuh kepada pihak keamanan yang datang ke lokasi kejadian.
D. Environment
1. Pengkondisian titik evakuasi yang digunakan.
2. Sterilisasi rute evakuasi dari ancaman tambahan.
3. Jika terjadi kejadian di luar ruangan, perhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti cuaca, medan, dan potensi bahaya lainnya.
4. Meningkatkan keamanan di semua lokasi kerja untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, modus operandi, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat dan seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Kelola komunikasi dengan media secara hati-hati untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan melindungi reputasi perusahaan.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak akibat dari penanganan insiden.
2.Upgrade pada sistem keamanan yang ada, seperti CCTV, alarm, dan sistem pelacakan kendaraan.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Mempertahankan kerjasama yang baik dengan kepolisian untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Penanganan Penyerangan Pekerja
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK P3K
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. SRCOM Dept
6. CHCU Div
7. Legal
A. Man
1. Sosialisasi pekerja untuk mengenali tanda-tanda ancaman, cara merespons situasi darurat, evakuasi, dan pertahanan diri
2. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
3. Memperkuat kerjasama dengan kepolisian dan lembaga keamanan lainnya untuk upaya pencegahan dan penanganan kejahatan.
4. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
5. Bila diperlukan, pengawalan keamanan kepada pekerja yang beroperasi di wilayah-wilayah konflik.
B. Methode
1. Menetapkan IK Penanganan Penyerangan Pekerja .
2. Melakukan analisis risiko potensi ancaman dan pengendalian.
3. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial.
4. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup berbagai skenario ancaman, seperti penculikan, penyerangan, dan ancaman bom.
5. Melakukan latihan darurat untuk memastikan pekerja memahami dan dapat melaksanakan prosedur keadaan darurat dengan baik dan efektif.
6. Menyusun rute alternatif aman bagi perjalanan pekerja.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat untuk meningkatkan patroli di area distribusi dan perbaikan.
8. Secara berkala mengevaluasi rute distribusi dan menghindari daerah yang rawan kejahatan.
9. Membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi tentang kondisi keamanan di wilayah tersebut.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Maintenance sistem pemadam kebakaran untuk deteksi dini dan mencegah terjadinya kebakaran.
4. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
5. Menyediakan alat komunikasi yang berfungsi dengan baik, seperti handphone atau radio, untuk memudahkan koordinasi dalam situasi darurat.
6. Memasang GPS pada kendaraan untuk pemeriksaan secara real-time.
D. Environment
1. Memantau kondisi cuaca secara berkala dan memberikan peringatan dini kepada seluruh personel.
2. Menyesuaikan jadwal kegiatan jika cuaca buruk berpotensi mengganggu keamanan.
3. Menyiapkan rute alternatif untuk perjalanan menghindari infratruktur yang tidak memadai dan membahayakan pekerja.
4. Survey awal untuk kondisi dan situasi aktual deteksi dini potensi ancaman.
5. Menyiapkan tempat evakuasi yang aman dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
6. Evaluasi rute perjalanan karyawan yang melalui wilayah-wilayah konflik.
5. Membangun hubungan baik dengan komunitas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat mengurangi potensi ancaman dari masyarakat setempat.
A. Man
1. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang terlatih untuk menangani keadaan darurat.
2. Segera hubungi pos komando keamanan dan pihak berwenang (polisi, ambulans) dan informasikan secara detail mengenai kejadian yang terjadi, lokasi, dan jumlah korban.
3. Bagi karyawan yang memiliki pelatihan pertolongan pertama, berikan bantuan pertama pada korban sambil menunggu kedatangan tim medis.
4. Melibatkan negosiator yang terlatih untuk meminimalkan risiko.
5. Prioritaskan keselamatan pekerja dengan segera menginstruksikan mereka untuk menghindari konfrontasi langsung dengan pelaku kejahatan.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Penyerangan Pekerja yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi lokasi kejadian secara akurat untuk memudahkan koordinasi tim keadaan darurat.
3. Terlibat aktif dalam proses pencarian korban dengan memberikan informasi yang relevan kepada pihak kepolisian.
4. Memeriksa GPS, CCTV, dan perangkat komunikasi untuk melacak keberadaan korban dan pelaku.
5. Menjaga komunikasi dengan media secara hati-hati untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan melindungi privasi korban.
6. Menutup seluruh akses untuk mempersempit gerak pelaku.
7. Mencatat seluruh barang-barang yang hilang.
C. Machine
1. Menggunakan sistem komunikasi darurat yang handal untuk koordinasi dan komunikasi selama kejadian darurat.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menggunakan alat bantu drone untuk memantau situasi dari udara.
4. Tim Penanganan Keadaan Darurat menggunakan APD selama keadaan darurat.
5. Memberikan kerjasama penuh kepada pihak keamanan yang datang ke lokasi kejadian.
D. Environment
1. Pengkondisian titik evakuasi yang digunakan.
2. Sterilisasi rute evakuasi dari ancaman tambahan.
3. Jika terjadi kejadian di luar ruangan, perhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti cuaca, medan, dan potensi bahaya lainnya.
4. Meningkatkan keamanan di semua lokasi kerja untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, modus operandi, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat dan seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Kelola komunikasi dengan media secara hati-hati untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan melindungi reputasi perusahaan.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak akibat dari penanganan insiden.
2.Upgrade pada sistem keamanan yang ada, seperti CCTV, alarm, dan sistem pelacakan kendaraan.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Mempertahankan kerjasama yang baik dengan kepolisian untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Penanganan Penyerangan Pekerja
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK P3K
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. SRCOM Dept
6. CHCU Div
7. Legal
A. Man
1. Sosialisasi meningkatkan kesadaran karyawan tentang bahaya narkoba dan konsekuensinya.
2. Tes narkoba secara berkala untuk semua karyawan, terutama bagi mereka yang bekerja di area kritis seperti distribusi dan pengawasan logistik.
3. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
4. Memperkuat kerjasama dengan kepolisian dan lembaga keamanan lainnya untuk upaya pencegahan dan penanganan kejahatan.
5. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
B. Methode
1. Menetapkan IK Pencegahan Penggunaan atau Penyalahgunaan narkotika.
2. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial.
3. Inspeksi untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan terkait narkotika.
4. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
5. Bekerjasama dengan BNN untuk meningkatkan P4GN di lingkungan perusahaan.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
4. Menggunakan alat deteksi logam atau scanner untuk memeriksa barang yang dicurigai.
5. Pemeriksaan fisik secara rutin terhadap semua barang yang masuk dan keluar dari gudang.
D. Environment
1. Menjalin kerja sama dengan penegak hukum lokal untuk mengidentifikasi dan memonitor jaringan narkotika yang mungkin beroperasi di wilayah operasional perusahaan
A. Man
1. Segera hubungi pos komando keamanan dan pihak berwenang (polisi) dan informasikan secara detail mengenai kejadian yang terjadi, lokasi, dan pihak yang terlibat.
2. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang terlatih untuk menangani keadaan darurat.
3. Identifikasi saksi-saksi potensial dan berikan perlindungan yang diperlukan.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Kasus Narkotika yang telah ditetapkan.
2. Mengidentifikasi lokasi kejadian secara akurat untuk memudahkan koordinasi tim keadaan darurat.
3. Tidak mengizinkan siapa pun untuk mengubah atau merusak tempat kejadian perkara (TKP) sebelum pihak kepolisian tiba.
4. Melindungi semua barang bukti yang ditemukan.
5. Analisis rekaman CCTV untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang aktivitas yang mencurigakan dan keterlibatan pihak lain.
C. Machine
1. Menyimpan rekaman CCTV untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang aktivitas yang mencurigakan dan keterlibatan pihak lain.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
D. Environment
1. Sterilisasi area dari potensi ancaman eksternal.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
5. Mengadakan pelatihan ulang tentang prosedur keamanan, penanganan barang, dan kewaspadaan terhadap ancaman narkoba.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, modus operandi, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat dan seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan kepolisian untuk melacak keberadaan barang yang dicuri dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, dan publik.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak akibat dari penanganan insiden.
2. Memperbarui peralatan/teknologi keamanan yang lebih canggih.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Evaluasi area-area kristis dan rawan kejahatan sesuai hasil evaluasi kejadian.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK IK Pencegahan Penggunaan atau Penyalahgunaan Narkotika.
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK P3K
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
6. Legal
A. Man
1. Selalu waspada terhadap aktivitas yang tidak biasa, seperti orang yang berkeliaran di area terbatas, orang yang meminta informasi yang tidak relevan, atau kendaraan yang mencurigakan.
2. Membangun hubungan yang baik dengan karyawan lainnya untuk memudahkan pertukaran informasi dan koordinasi dalam menjaga keamanan.
3. Membentuk tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
4. Bertukar informasi intelijen dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.
5. Pelatihan khusus kepada satpam mengenai penipuan dan penggelapan, termasuk cara mendeteksi tanda-tanda aktivitas mencurigakan dan langkah-langkah pencegahan.
B. Methode
1. Menetapkan IK Penanganan Kasus Penipuan dan Penggelapan
2. Melakukan patroli rutin di seluruh area perusahaan, baik di dalam maupun di luar gedung, secara berkala.
3. Mencatat semua kejadian yang mencurigakan atau tidak biasa dalam buku jurnal.
4. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup skenario ancaman sabotase.
5. Memastikan bahwa semua pengiriman dan penerimaan barang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan didokumentasikan dengan baik.
6. Segera melaporkan kejadian yang mencurigakan atau tindakan kriminal kepada ke Pos Komando.
6. Menjalin hubungan baik dengan pihak kepolisian untuk memfasilitasi tindakan preventif dan responsif dalam kasus penipuan dan penggelapan.
C. Machine
1. Maintenance dan monitoring sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan kontrol akses sebagai deteksi dini ancaman keamanan.
2. Menggunakan sistem kontrol akses untuk membatasi akses ke area-area tertentu.
3. Menyediakan alat pelindung diri yang memadai bagi tim keamanan.
4. Memastikan seluruh area perusahaan memiliki penerangan yang cukup, terutama di malam hari.
E. Environment
1. Mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen tentang ancaman potensial disekitar perusahaan.
2. Memantau aktivitas di media sosial terkait dengan kasus penipuan dan penggelapan.
3. Melibatkan karyawan dalam upaya pengamanan dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan dan menyebarluaskan informasi tentang kebijakan keamanan perusahaan.
A. Man
1. Melakukan respons cepat terhadap laporan penipuan atau penggelapan, termasuk mengamankan TKP, melakukan wawancara saksi, dan mengumpulkan bukti.
2. Segera laporkan kejadian kepada atasan atau pihak berwajib dengan memberikan informasi yang akurat dan lengkap.
3. Bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan dalam penyelidikan.
4. Jika pelaku penipuan atau penggelapan teridentifikasi, satpam harus menahan pelaku sementara sambil menunggu kedatangan pihak berwenang.
B. Methode
1. Melaksanakan IK Penanganan Kasus Penipuan dan Penggelapan.
2. Satpam harus segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencegah hilangnya barang bukti atau terjadinya perubahan pada TKP.
Melakukan pelacakan aset yang hilang atau dicuri.
2. Melakukan preservasi bukti fisik dan digital yang relevan, seperti dokumen, email, dan rekaman CCTV.
3. Membatasi akses ke area yang terkena dampak kejahatan.
4. Membantu dalam pelacakan aset yang hilang atau dicuri.
5. Barang bukti harus didokumentasikan dengan baik, termasuk foto dan video.
6. Lindungi saksi yang ada agar mereka merasa aman untuk memberikan kesaksian.
7.Ppemeriksaan fisik terhadap pelaku jika memungkinkan, seperti memeriksa identitas atau barang bawaannya.
C. Machine
1.Menggunakan alat forensik digital/non digital untuk menganalisis perangkat yang terlibat dalam kejahatan.
2. Mengamankan rekaman CCTV sebagai bukti.
3. Melacak aktivitas pelaku melalui sistem kontrol akses untuk mengetahui tindakan apa saja yang telah dilakukan.
4. Jika terjadi penipuan melalui telepon, satpam harus mencatat nomor telepon pelaku, isi pembicaraan, dan waktu kejadian.
D. Environment
1. Sterilisasi area dari pihak tidak berkepentingan.
2. Jaga kerahasiaan identitas saksi dan informasi sensitif lainnya.
2. Melindungi barang bukti dari upaya pencemaran nama baik VVIP.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku, profiling pelaku, dan jaringan yang terlibat untuk mencegah kejadian berulang.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengawalan, Prosedur Keadaan Darurat, IK Penanganan Penipuan dan Penggelapan serta seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan.
3. Bekerja sama dengan kepolisian untuk melacak dan membawa pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, dan publik.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
7. Mengevaluasi patroli dan pemeriksaan, terutama di area-area yang dianggap rawan.
8. Memperkuat koordinasi antara departemen keamanan dengan departemen lainnya, seperti HRD, keuangan, dan IT.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak.
2. Menambah peralatan keamanan yang diperlukan, seperti CCTV, alarm, atau sistem akses kontrol.
3. Melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap semua peralatan keamanan.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Evaluasi area-area kristis dan rawan kejahatan penipuan dan penggelapan sesuai hasil evaluasi kejadian.
3. Memantau perkembangan terbaru terkait kejahatan penipuan dan penggelapan dan tren di media sosial.
1. Prosedur Keadaan Darurat
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK Penanganan Penipuan dan Penggelapan
5. IK Keluar Masuk Orang
6. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
6. Legal
A. Man
1. Pengemudi/pengendara wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan.
2. Melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi sebelum melakukan pekerjaan.
B. Methode
1. Menyusun journey management sebelum melakukan perjalanan.
2. Mengumpulkan dan menganalisis informasi keamanan setempat tentang ancaman potensial.
3. Menyusun rencana pengamanan yang mencakup skenario gangguan perjalanan.
4. Mempersiapkan rencana keamanan jika terjadi situasi darurat akibat cuaca buruk.
5. Berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.
C. Machine
1. Maintenance setiap kendaraan yang digunakan untuk memastikan dalam kondisi aman untuk digunakan.
2. Menggunakan sistem komunikasi yang handal untuk mempermudah koordinasi selama perjalanan.
D. Environment
1. Sterilisasi area dari ancaman potensial.
2. Menyusun rute alternatif jika kondisi mengganggu perjalanan.
A. Man
1. Pengawal lapor kepada Pusat Komando Pengamanan UT.
2. Mengaktifkan tim penanganan keadaan darurat/respons cepat yang siap merespon insiden keamanan dengan cepat dan efektif.
3. Bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
B. Method
1. Melakukan mediasi kepada pihak-pihak yang terlibat
2. Normalisasi area sekitar agar tidak mengundang kerumunan massa.
C. Machine
1. Mengamankan rekaman CCTV sebagai bukti.
2. Mengamankan kendaraan yang terlibat.
D. Environment
1. Sterilisasi area dari ancaman potensial.
2. Menggunakan rute alternatif jika kondisi mengganggu perjalanan.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Memperkuat hubungan dengan pihak keamanan setempat.
2. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
3. Peninjauan kembali terkait rencana pengamanan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak.
2. Memperbarui peralatan/teknologi keamanan yang lebih canggih.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Evaluasi area-area kristis dan rawan sesuai hasil evaluasi kejadian.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Pengawasan CCTV
3. IK Penanganan Keselamatan Umun dan Keamanan
4. Journey Management
5. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
6. Legal
A. Man
1. Memberikan sosialisasi khusus kepada anggota satuan pengamanan mengenai penanganan massa, negosiasi, dan pengendalian kerusuhan.
2. Membangun kerjasama dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya unjuk rasa yang berujung pada kekerasan.
3. Melakukan intelijen untuk memantau situasi dan mengumpulkan informasi terkait potensi terjadinya unjuk rasa.
4. Menempatkan personel satpam di titik-titik strategis untuk memantau situasi dan mencegah akses yang tidak berizin.
B. Methode
1. Menetapkan prosedur keamanan yang ketat terkait pengendalian unjuk rasa/demonstrasi.
2.Membentuk tim koordinasi yang terdiri dari berbagai departmen terkait (Risk Management, EHS, HC, Service, Parts, dll) untuk memastikan komunikasi yang efektif selama unjuk rasa berlangsung.
3. Melakukan identifikasi terhadap peserta unjuk rasa untuk mengetahui tujuan dan kelompok yang mereka wakili.
4. Mencatat data peserta unjuk rasa untuk keperluan dokumentasi dan pelaporan.
5. Menyiapkan rencana evakuasi darurat untuk VVIP jika situasi semakin tidak terkendali.
6. Menyiapkan rute alternatif bagi VVIP untuk menghindari kerumunan massa.
7. Memberikan pengamanan pribadi yang ketat kepada VVIP.
8. Melakukan pemantauan terhadap media sosial untuk mendeteksi adanya ancaman atau rencana aksi yang dapat mengganggu keamanan.
C. Machine
1. Memastikan seluruh peralatan keamanan dalam kondisi siap pakai.
2. Memasang sistem pengawasan CCTV di area sekitar perusahaan untuk memantau situasi dan pergerakan massa.
3. Memelihara peralatan anti huru-hara (Fire Truck, Pagar Perimeter, dll)
D. Environment
1. Sterilisasi area dari ancaman potensial.
2. Menyusun rute alternatif jika kondisi mengganggu perjalanan.
4. Melakukan pengamanan berlapis mulai dari gerbang masuk perusahaan, area parkir, hingga ruang kerja VVIP.
A. Man
1. Melindungi aset perusahaan dari kerusakan atau penjarahan.
2. Melakukan evakuasi karyawan dan pengunjung ke tempat yang aman jika situasi semakin tidak terkendali.
3. Melakukan negosiasi dengan perwakilan pendemo untuk mencari solusi damai.
4. Melakukan koordinasi yang efektif antara tim keamanan internal, pihak kepolisian, dan lembaga terkait lainnya.
5. Menempatkan personel satpam di titik-titik strategis, seperti pintu masuk, area VVIP, dan jalur evakuasi.
B. Method
1. Melaksanakan prosedur penanganan huru-hara/demonstrasi.
2. Melakukan pengawalan terhadap manajemen perusahaan dan aset-aset penting.
3. Menggunakan pembatas fisik untuk mengontrol massa dan mencegah mereka memasuki area yang dilarang.
4. Membantu dalam pelacakan kemungkinan aset yang hilang, rusak atau dicuri.
5. Memberikan pertolongan pertama kepada korban dan menghubungi layanan medis.
6. Bekerjasama dengan pihak kepolisian, dan lembaga terkait lainnya dalam pengendalian huru-hara.
7. Merekam kejadian sebagai bukti otentik untuk investigasi.
8. Mediasi untuk menjembatani komunikasi antara pihak perusahaan dan massa untuk mencari solusi bersama.
9. Evakuasi terhadap VVIP dan karyawan ke tempat yang aman jika situasi semakin memburuk.
C. Machine
1.Menggunakan kendaraan operasional untuk melakukan patroli dan pengawalan.
2. Aktivasi drone patrol.
3. Aktivasi perangkat anti huru-hara/demostrasi.
4. Siaga peralatan keamanan yang memadai, seperti tongkat, dan radio komunikasi.
D. Environment
1. Sterilisasi area dari ancaman potensial.
2. Menggunakan rute alternatif jika kondisi mengganggu perjalanan.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan dalam menangani insiden.
2. Memberikan pelatihan kepada tim keamanan mengenai penanganan krisis, negosiasi, dan teknik penyelidikan.
3. Menyediakan layanan konseling untuk korban dan keluarga agar dapat mengatasi trauma dan stres pasca kejadian.
4. Satpam yang telah bertugas dengan baik perlu diberikan apresiasi atas kinerja mereka.
B. Methode
1. Melakukan penyelidikan untuk mengetahui akar permasalahan dari unjuk rasa serta mengungkap jika terdapat provokator dan pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap IK Pengendalian Huru-Hara serta seluruh Prosedur/IK yang terkait preventive, respons dan recovery terhadap insiden keamanan VVIP.
3. Bekerja sama dengan kepolisian untuk peningkatan upaya pencegahan dan pengendalian huru-hara lebih efetif, efisien dan minimalisir risiko.
4. Membangun hubungan baik dengan komunitas sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
5. Memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, dan publik.
6. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait perusahaan.
C. Machine
1. Memperbaiki peralatan sistem keamanan yang rusak.
2. Memperbarui peralatan/teknologi keamanan yang lebih canggih.
D. Environment
1. Pemulihan fasilitas-fasilitas keamanan pasca insiden.
2. Evaluasi area-area kristis dan rawan sesuai hasil evaluasi kejadian.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Pengawalan
3. IK Pengawasan CCTV
4. IK Penanganan Huru-Hara
5. IK Keluar Masuk Orang
6. Rencana Pengamanan
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CHCU Div
6. Legal
A. Man
1. Memberikan sosialisasi kepada seluruh karyawan mengenai berbagai jenis serangan siber, cara mengenali tanda-tandanya, dan langkah-langkah pencegahan yang harus diambil.
2. Bekerjasama dan berkolaborasi dengan pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat sistem perlindungan data dan informasi ancaman.
3. Melaporkan setiap kejadian mencurigakan yang berkaitan dengan sistem komputer atau jaringan.
4. Membantu memantau aktivitas yang mencurigakan di sekitar area IT, seperti orang yang tidak berwenang memasuki ruangan server.
B. Method
1. Menetapkan IK Penanganan Serangan Siber.
2.Melakukan analisis risiko secara berkala untuk mengidentifikasi potensi ancaman siber yang dihadapi perusahaan.
3. Mengadopsi praktik terbaik dalam keamanan siber sesuai rekomendasi BSSN.
4. Backup data secara teratur dan simpan di lokasi yang aman.
5. Menggunakan password yang tidak mudah dibongkar oleh pelaku kejahatan.
6. Melakukan patroli rutin di area kerja dan gudang untuk mencegah akses fisik yang tidak sah ke peralatan dan data.
7. Memantau rekaman CCTV untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
C. Machine
1. Memperkuat sistem keamanan informasi untuk melindungi VVIP, karyawan dan perusahaan.
2. Memasang sistem perlindungan data sensitif.
3. Menginstall piranti lunak anti virus dan anti malware untuk melindungi data digital.
4. Menerapkan email filtering untuk mencegah spam dan phishing.
D. Environment
1. Memantau media sosial untuk mendeteksi adanya isu negatif terkait kejahatan siber.
A. Man
1. Mengaktifkan tim respon insiden yang terlatih dan siap siaga untuk menangani serangan siber.
2. Melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk memperkuat perlindungan.
B. Method
1. Melaksanakan IK Penanganan Serangan Siber.
2. Isolasi sistem dari jaringan perusahaan untuk mencegah penyebaran serangan lebih lanjut.
3. Mengumpulkan semua bukti yang relevan, seperti log sistem, data jaringan, dan sampel malware sebagai analisis forensik dan pelaporan insiden.
4. Analisis forensik secara mendalam untuk mengidentifikasi asal-usul serangan, dampaknya, dan cara masuknya malware ke sistem.
C. Machine
1. Mengaktifkan perangkat deteksi untuk mencegah seragan lebih lanjut.
2. Monitoring sistem perlindungan data, agar tetap beroperasi optimal dalam menghadapi serangan.
D. Environment
1. Cegah akses tidak sah oleh pihak luar yang mungkin mencoba memanfaatkan situasi.
A. Man
1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden untuk mengidentifikasi akar penyebab dan kelemahan dalam sistem keamanan siber perusahaan.
2. Memberikan sosialisasi tambahan mengenai keamanan data digital sesuai hasil evaluasi.
B. Method
1. Mengevaluasi IK Penanganan Serangan Siber.
2. Melakukan perbaikan pada sistem dan jaringan untuk menutup celah keamanan yang teridentifikasi.
3. Meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya keamanan siber melalui kampanye internal.
4. Memulai proses pemulihkan data.
5. Bekerjasama dengan pihak BSSN untuk mengungkap pelaku kejahatan siber.
C. Machine
1.Memastikan semua perangkat lunak selalu diperbarui dengan sistem keamanan terbaru.
2. Memperbaiki sistem jika ada yang telah rusak akibat serangan siber.
3. Membersihkan sistem yang terinfeksi secara menyeluruh, termasuk menghapus semua file yang terinfeksi dan memulihkan konfigurasi sistem ke keadaan semula.
4. Batasi akses ke sistem yang terinfeksi hanya untuk anggota tim respons yang berwenang.
D. Environment
1. Cegah akses tidak sah oleh pihak luar yang mungkin mencoba memanfaatkan situasi.
1. Prosedur Keadaan Darurat
2. IK Penanganan Serangan Siber.
1. Security Dept
2. General Affairs Dept
3. Risk Management
4. EHS Dept
5. CST Div
6. Legal
Cakung, Jakarta Timur Indonesia,13910
secpatroli.utho2@gmail.com
+1 800 321 443
© 2025, Company Inc. All rights reserved.